Rabu, 24 Juli 2013

Adobe Ilustrator Text Berlumuran Coklat


Tutorial kali ini akan mengupas bagaimana caranya membuat teks yang eye-catching berlumur coklat dengan Adobe Illustrator. Efek teks semacam ini lazim kita temui pada kemasan-kemasan coklat, biskuit, maupun permen. Beberapa tehnik dalam tutorial ini mungkin bermanfaat tidak hanya untuk contoh kasus ini, tapi juga untuk projek desain lain yang sedang kamu kerjakan. here we go..Langsung saja kita masuk kedalam langkah demi langkah pembuatannya!

STEP 1
Mulai dengan menuliskan teks, pemilihan font optional. Saya sendiri menggunakan font bernama Grobold yang bisa didownload gratis disini : dafont.com/grobold

STEP 2
Ubah teks tadi menjadi kurva. Caranya, pada menu bar pilih Object > Expand.

STEP 3
Pilih teks yang telah diexpand tadi, klik kanan dan pilih Ungroup. Kemudian susun sedemikian rupa seperti posisi dibawah agar tidak terlalu datar.

STEP 4
Seleksi semua huruf pada teks, klik kanan (kembali) dan pilih Group untuk menggabungkannya kembali. Jika sudah, pilih teks dan lari ke Effect > Stylize > Round Corners. Langkah ini akan membuat sudut-sudut teks melengkung mirip seperti bentuk balon.

STEP 5
Buat dua buah bentuk, yang satu persegi panjang (menggunakan Rectangle tool) yang satu lingkaran (menggunakan Ellipse tool). Susun kedua objek tersebut seperti gambar dibawah. Jika sudah, buka panel Pathfinder (Window > Pathfinder) dan klik pada ikon Unite untuk membuat kedua objek tadi menjadi satu kesatuan utuh.

STEP 6
Dari objek tadi, kita akan membuat bentuk cairan yang tumpah. Caranya, pilih Direct selection tool (A) dan klik titik yang ditandai pada gambar dibawah. Setelah itu, pada Option menu dibagian atas, klik ikon Convert selected anchor points to smooth. Lakukan hal yang sama pada titik diseberangnya. (lihat gambar dibawah)

STEP 7
Buat beberapa kopian dari objek tumpahan coklat yang telah dibuat tadi. Variasikan ukuran dan bentuknya, kemudian susun dibawah objek teks seperti gambar dibawah.

STEP 8
Untuk menambah kesan "lumer" pada teks, saya sengaja menambahkan beberapa objek baru seperti gambar dibawah ini.

STEP 9
Seleksi kesemua objek (teks beserta tumpahan coklat), kemudian klik ikon Unite pada panel Pathfinder untuk menjadikannya satu kesatuan yang utuh.

STEP 10
Beri warna gradasi menggunakan Gradient tool (G) (coklat muda ke coklat tua) pada objek teks yang telah digabungkan tadi.

STEP 11
Buat sebuah objek baru berbentuk gelombang menggunakan Pen tool (P) atau Pencil tool (N) seperti gambar dibawah.

STEP 12
Copy objek teks (Ctrl + C) dan paste tepat diatas kloningannya (Ctrl + F). Jika sudah, pilih objek teks hasil duplikasi, tahan tombol Shift dikeyboard lalu pilih objek baru berbentuk gelombang. Setelah kedua objek tersebut terseleksi, klik ikon Intersect di panel Pathfinder. Hasilnya adalah seperti gambar dibawah .

STEP 13
Pilih objek hasil Intersect tersebut, kemudian ubah blending mode-nya menjadi Overlay dan turunkan Opacity-nya menjadi 60 % saja di panel Transparency.

STEP 14
Gunakan Ellipse tool untuk membuat objek baru berbentuk lingkaran lancip. Kemudian, buat sebuah persegi dengan Rectangle tool dan posisikan diatas bentuk lingkaran lancip tersebut. Jika sudah, seleksi keduanya dan klik ikon minus front di panel Pathfinder. (lihat gambar dibawah)

STEP 15
Pilih objek lingkaran lancip yang telah dimodifikasi tadi, kemudian buka panel Brushes (Window > Brushes). Klik icon New Brush di panel Brushes untuk membuat objek tersebut menjadi sebuah brush. Pada jendela yang muncul kemudian, conteng bagian New Art Brush lalu klik tombol Ok.

STEP 16
Buat beberapa garis warna putih menggunakan Pen tool (P) pada objek teks seperti gambar dibawah.

STEP 17
Seleksi kesemua garis putih tersebut, kemudian klik pada brush yang baru kita buat tadi di panel Brushes. Maka secara otomatis, objek garis akan ditransformasi menjadi bentuk-bentuk lancip seperti gambar dibawah. Kita menggunakan objek ini sebagai highlight untuk memberi kesan eye-catching pada teks.

STEP 18
Terapkan langkah yang sama untuk membuat efek-efek highlight lainnya pada tumpahan coklat.

STEP 19
Mari menambahkan beberapa buah lingkaran kecil (menggunakan ellipse tool) tidak beraturan untuk memperkuat kesan highlight sehingga menghasilkan teks seperti pada gambar dibawah ini.

STEP 20
Saya menambahkan sebuah background sederhana untuk teks. Dengan Gradasi radial menggunakan Gradient tool (G).

STEP 21
Langkah akhir, buat dua buah lingkaran lancip menggunakan Ellipse tool, yang satu berwarna hitam dan yang satu lagi berwarna putih. Atur ukuran dan posisinya seperti gambar dibawah.

STEP 22
Seleksi kedua lingkaran lancip tersebut, kemudian pada menu bar pilih Object > Blend > Make (Alt+Ctrl+8). Buka panel Transparency, ubah blending mode-nya menjadi Multiply dan atur Opacity-nya menjadi 10 %. Objek tersebut kita maksudkan sebagai shadow untuk teks berlumur coklat yang sedang melayang.

HASIL AKHIR
Ini adalah hasil akhir dari tutorial Illustrator kita kali ini. Semoga banyak tips dan tehnik yang bisa dipelajari dari sini. Jika punya pertanyaan, sampaikan melalui komentar. Good luck!





Photoshop Tutorial Efek Glowing

Tutorial Photoshop—Glowing Dance
Pada tutorial photoshop kali ini, kita akan belajar bagaimana caranya membuat efek glow di sekitar objek gambar. Efek glow adalah efek pendaran cahaya seperti yang biasa kita lihat pada lampu neon. Tutorial photoshop kali ini akan menjelaskan langkah demi langkah bagaimana menciptakan efek glow, memadukannya dengan gambar, dan pewarnaan harmonis agar gambar terlihat menyatu dengan efek-efek sekitarnya.
Hasil Akhir Tutorial


Langkah-langkah tutorial :

STEP 1
Buat sebuah dokumen baru. Berikan warna gradasi radial dari warna biru ke biru tua untuk background.

STEP 2
Masukkan gambar. Untuk gambar pada tutorial ini, bisa ditemukan disini. Beri nama layer untuk gambar dengan nama 'girl'. Selanjutnya, crop gambar tersebut. Untuk cara cropping gambar di photoshop, bisa dilihat disini : menghapus background di photoshop.

STEP 3
Tarik layer girl ke ikon add new layer dibagian bawah layer palette untuk menduplikasi layer girl. Sekarang kita sudah mendapatkan layer baru bernama layer 'girl copy'. Posisikan layer 'girl copy' di bawah layer 'girl'.

STEP 4
Pilih layer girl copy, lalu pada menu bar pilih filter > blur > motion blur. Atur nilai pada motion blur panel seperti gambar dibawah ini. Jika sudah, klik ok untuk keluar dari motion blur panel.

STEP 5
Ulangi memberikan efek motion blur sekali lagi. Caranya, pilih layer 'girl copy', lalu pilih filter > motion blur

STEP 6
Klik ganda pada layer 'girl copy' untuk membuka layer style. Pada layer style, conteng check list pada bagian Inner glow, dan atur nilainya seperti gambar dibawah ini. Jika sudah, klik ok.

STEP 7
Duplikasi layer 'girl copy', dan kita akan mendapat layer baru dengan nama layer 'girl copy 2'.

STEP 8
Pilih layer girl, lalu tekan dan tahan tombol Alt di keyboard. Klik pada icon Create new fill or adjustment layer lalu pilih Exposure. Pastikan anda tetap menekan tombol Alt sampai Exposure terpilih. Atur nilai pada Exposure panel seperti pada gambar dibawah.

STEP 9
Sekarang, kita akan membuat garis-garis glow yang melingkar dibagian tubuh si cewek. Untuk itu, langkah pertama, buka Brushes palette dengan cara pilih Window > Brushes (F5). Atur nilai pada Brushes tip shape dan Shape dynamics seperti gambar dibawah ini.

STEP 10
Sekarang buat sebuah layer baru, beri nama layer dengan 'glow'. Pada layer baru tersebut, buat sebuah garis menggunakan pen tool (P) seperti pada gambar dibawah ini. Jika sudah, klik kanan lalu pilih Stroke Path. Pada pop up yang muncul, pilih brushes, conteng check list pada simulate brushes lalu klik Ok. Maka garis tadi akan berubah dengan brushes seperti gambar dibawah ini.

STEP 11
Sekarang pilih layer glow, lalu klik ikon add layer mask dibagian bawah layer palette.

STEP 12
Klik pada thumbnail layer mask, pilih brushes tool (B), dan pastikan warna foreground photoshop adalah hitam (D). Mulai sapukan brushes pada bagian-bagian garis. Dalam kasus ini, kita ingin membuat seolah garis glow melingkar melalui objek tubuh si cewek. Atur besar kecil brushes dengan tombol [ dan ] di keyboard agar dapat menjangkau bagian-bagian detail dengan rapi.

STEP 13
Klik ganda pada layer glow untuk membuka layer style. Conteng check list pada Outer glow, dan atur nilainya seperti pada gambar di bawah ini

STEP 14
Buat layer baru dan beri nama layer 'glow 2'. pada layer 'glow 2', ulangi proses memberikan garis glow untuk bagian yang berbeda pada gambar. Jika sudah, klik kanan pada layer 'glow' dan pilih copy layer style. Lalu klik kanan pada layer 'glow 2' kemudian pilih paste layer style.

STEP 15
Lanjutkan membuat layer 'glow 3'. Langkah-langkahnya sama saja dengan STEP 14.

STEP 16
Buat sebuah layer baru, beri nama layer 'circle glow'. Buat sebuah lingkaran menggunakan Elliptical Marquee Tool (M) dan isi dengan warna putih menggunakan Paint Bucket Tool (G). Tekan Ctrl + D di keyboard untuk menghilangkan seleksi.

STEP 17
Klik ganda layer Circle Glow untuk membuka layer style. Atur nilai pada Inner shadow, outer glow, dan inner glow seperti gambar-gambar dibawah ini.

STEP 18
Duplikasi layer circle glow menjadi beberapa layer. Gunakan Transform tool (Ctrl + T) untuk membuat ukuran circle glow bervariasi. Pilih semua layer Circle glow hasil duplikasi, kemudian tekan Ctrl + G di keyboard untuk mengelompokkannya dalam satu group.
Tips : Tekan dan tahan tombol Alt di keyboard, kemudian drag objek yang ingin di copy untuk membuat duplikasi.

STEP 19
Buat layer baru, beri nama 'gradient'. Buat sebuah gradasi warna pelangi dengan gradient tool (G) kemudian drag pada area kerja seperti gambar dibawah ini.

STEP 20
Ubah blending mode dari layer 'gradient' menjadi color dodge. Jika sudah, klik ikon create new fill or adjustment layer untuk menambahkan layer mask. Klik thumbnail layer mask, dan mulai sapukan brush menggunakan brushes tool (B) berwarna hitam seperti gambar dibawah.

STEP 21
Buat layer baru, beri nama dengan 'warna'. Ambil seleksi dari layer 'girl' dengan cara Tekan dan tahan tombol ctrl di keyboard lalu klik pada thumbnail layer girl. Pilih gradasi warna pada gradient editor seperti pada gambar dibawah. Pastikan layer 'warna' aktif dan kemudian drag Gradient Tool pada area kerja. Tekan Ctrl + D untuk menghilangkan seleksi.

STEP 22
Ganti blending mode untuk layer warna menjadi Overlay.

STEP 23
Pilih Layer group Glow, ganti juga blending mode-nya menjadi Overlay.

STEP 24
Pilih layer glow 1, glow 2, dan glow 3 (tahan Shift di keyboard untuk memilih lebih dari satu layer), kemudian posisikan layer-layer tersebut di posisi paling atas pada layer palette. Caranya dengan menekan tombol Ctrl + Shift + ) di keyboard.

Hasil Akhir
Kita telah menyelesaikan tutorial photoshop kali ini, dan beginilah hasil akhir yang dicapai dalam tutorial ini. Selamat mencoba, semoga bermanfaat. :)




Photoshop Tutorial Efek Pensil

Photoshop Efek Pensil


1. Buka Photoshop anda,  dan masukan gambar (CRTL + O kemudian pilih file gambar) yang akan diedit dengan photoshop
Disini saya menggunakan foto artis favorit saya yang main di film Harry Potter siapa lagi klo bukan Emma Watson :) , bisa anda dapatkan wallpapersnya di google service atau save as gambar di bawah ini untuk latihan

Emma Watson
(cara save as image: klik kanan gambar, pilih save picture) 

2. Duplikat layer sehingga kita mempunyai 2 layer (background dan layer 1)
untuk menduplikat layer tekan CTRL + J , setelah itu tekan CTRL + SHIFT + U untuk membuat warnanya Desaturate (hitam - putih)
jika benar maka anda akan mendapatkan hasil seperti ini:


3. Duplicat layer 1 dengan menekan CTRL + J dan kita akan mendapatkan layer baru bernama "layer 1 copy"
Setelah itu tekan CTRL + I untuk meng-Inverse gambar , hasilnya:


4. Ubah mode pada Layer 1 copy ke mode : Color Dodge , dan gambar akan menjadi putih tapi janganlah khawatir karena itu langkah yang benar
setelah itu klik Filter > Blur > Gaussian Blur
disini saya menggunakan Radius 1.0 , anda bisa berkreasi dengan mencoba setting lainnya

5. Duplicat gambar original (background layer) dengan menekan CTRL + J lalu drag and drop Background copy ke bagian layer paling atas

Masih di Layer "Background copy" Kemudian tekan CTRL + SHIFT + U untuk membuat warnanya Desaturate (hitam - putih)
berikan effect noise dengan Filter > Noise > Add Noise

6. Tambahkan efek Filter > Brush Strokes > Angled Strokes

nah langkah terakhir adalah mengubah modenya menjadi Multiply , dan set opacity sesuai selera, disini saya set:

kenapa hasilnya agak beda? karena tergantung juga pencahayaan gambar yang akan diedit, jadi jika telah menguasai tutorial ini maka anda bisa mencoba modifikasi setting/pengaturan yang diberikan sehingga menghasilkan gambar yang menurut anda cukup menarik


Selasa, 23 Juli 2013

Edukasi Kelebihan & Kekurangan Adobe Photoshop

Manfaat, kelebihan dan kekurangan dari Adobe Photoshop dan Corel Draw




Adobe Photoshop adalah software yang dibuat oleh perusahaan Adobe System, yang di khususkan untuk pengeditan foto atau gambar dan pembuatan effect. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh Fotografer Digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar. Meskipun pada awalnya Photoshop dirancang untuk menyunting gambar untuk cetakan berbasis-kertas, Photoshop yang ada saat ini juga dapat digunakan untuk memproduksi gambar untuk World Wide Web. Beberapa versi terakhir juga menyertakan aplikasi tambahan, Adobe ImageReady, untuk keperluan tersebut.

Photoshop juga memiliki hubungan erat dengan beberapa perangkat lunak penyunting media, animasi, dan authoring buatan-Adobe lainnya. File format asli Photoshop, .PSD, dapat diekspor ke dan dari Adobe ImageReady. Adobe Illustrator, Adobe Premiere Pro, After Effects dan Adobe Encore DVD untuk membuat DVD profesional, menyediakan penyuntingan gambar non-linear dan layanan special effect seperti background, tekstur, dan lain-lain untuk keperluan televisi, film, dan situs web. Sebagai contoh, Photoshop CS dapat digunakan untuk membuat menu dan tombol (button) DVD.
Photoshop dapat menerima penggunaan beberapa model warna:
• RGB color model
• Lab color model
• CMYK color model
• Grayscale
• Bitmap
• Duotone

Kelebihan Adobe Photoshop :

1. Membuat tulisan dengan effect tertentu.
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya.
Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain. Photoshop juga memiliki beberapa format file khas:
• PSD (Photoshop Document) format yang menyimpan gambar dalam bentuk layer, termasuk teks, mask, opacity, blend mode, channel warna, channel alpha, clipping paths, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.
• PSB' adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 Gb
• PDD adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.

2. Membuat tekstur dan material yang beragam.
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya

3. Mengedit foto dan gambar yang sudah ada.
Ada desaingrafisvector and vexel.Adobe menyediakan filter "reduce grain" (mengurangi grain) yang dapat membantu mengoptimalkan foto yang diambil pada kondisi kekurangan cahaya

4. Memproses materi Web.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.


Kelemahan Adobe Photoshop
Kelemahan Adobe Photoshop dalam menciptakan Image adalah bahwa Adobe Photoshop hanya bisa digunakan untuk menciptakan Image yang statis, dan juga dengan berkembangnya versi Photoshopsekarang ini spesifikasi Komputer untuk menjalankan program Adobe Photoshop juga harus sudah tinggi dan yang pasti akan diimbangi oleh harga yang tinggi pula.

Corel Draw
Corel Draw adalah editor grafik vektor yang dibuat oleh Corel, sebuah perusahaan perangkat lunak yang bermarkas di Ottawa,Kanada. CorelDraw merupakan salah satu aplikasi pengolah gambar berbasis vector yang banyak dipakai oleh pengguna PC. Karena berbagai kemudahan dan keunggulan yang dimiliki oleh corel draw, maka corel draw sering dimanfaatkan untuk desktop publishing, percetakan, dan bidang lain yang memerlukan pemrosesan visual.

Keunggulan dari Coreldraw:
1. Gambar berbasis vektor adalah ukuran hasil akhir yang dapat ditekan seminimal mungkin namun dengan kualitas yang tidak kalah dengan gambar berbasis raster atau bitmap. Karena itulah desain grafis dan olah gambar berbasis vektor sangat banyak digunakan untuk desktop publishing, percetakan, dan bidang lain yang memerlukan pemrosesan visual.

2. Selain karena tampilannya yang user friendly dan mudah dipelajari

3. Coreldraw sangat bagus dalam kolaborasi teks dan gambar. Meskipun photoshop juga bisa namun lebih mudah dengan coreldraw.

4. Dukungan forum dan komunitas coreldraw yang begitu banyak dan beragam, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan tutorial, tips dan bisa berbagi ilmu dengan pengguna coreldraw lainnya di seluruh dunia.

5. exim (export-import) format grafis yang didukung sangat banyak sehingga membantu kompatibilitasnya.

6. Mempunyai banyak tools dan effect yang memudahkan pembuatanobjek vector (garis, lengkung, kotak) terutama dalam mendesain/redesign logo.
7. Untuk duplikasi objek banyak sekalilangkah yang bias digunakan misalnya dengan menekan tombol ‘+’ pada keypad, Ctrl+D, Copas, Effect Blend, mirror transform dll.

8. Font bawaan CorelDraw sangat banyak sehingga mencukupi dalam pembuatan logo dll.

Kekurangandaricoreldraw
1. Memakan memori dan resource lain yang sangat besar apalagi bila gambar yang sedang dibuat mempunyai detail yang banyak. Pada PC yang low end penggunaan CDR sering menimbulkan pesan ‘crash’ pada system bahkan dalam proses effect bevel/emboss dalam PC yang bagus pun dapattimbul ‘hang’.

2. Besar file yang dibuat membengkak

3. Warna yang dicetak tidak akurat (tidak sesuai dengan tampilan layar) pada beberapa jenis printer

4. Dalam pembuatan objek table tidak semudah membuat table dalam MS Word. Yaitu dengancara yang sangat manual

5. Apabila ada penggabungan objek vector dan photo/bitmap kualitas cetakannya kurang memuaskan, misalnya membuat cover buku yang terdapat objek text dan photo.

6. Kompatibilitas versi CorelDraw banyak kendala dalam sharing keversilainnya.

Selesaii ....
Sumber : http://iyasphunkalfreth.blogspot.com/2010/09/ Manfaat, Kelebihan dan Kekurangan dari Adobe photo...